Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, dari Kejayaan hingga Peninggalannya

Solo –

Kerajaan Mataram Kuno berada di daerah Medang I Bhumi Mataram, sekarang di sekitar Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sejarah kerajaan yang berdiri sekitar abad ke-8 ini diketahui dari sejumlah prasasti. Berikut kisah kejayaan kerajaan itu hingga peninggalannya saat ini.

Dikutip dari detikTravel pada Sabtu (10/9/2022), sejarah Kerajaan Mataram Kuno dapat diketahui dari prasasti Canggal, Prasasti Kalasan, Prasasti Balitung, dan Prasasti Klurak.

Selain prasasti, sumber kisah tentang Kerajaan Mataram Kuno juga berupa candi, seperti candi di Pegunungan Dieng, Candi Gedong Songo di Jawa Tengah bagian utara, Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Plaosan, Candi Prambanan, dan Candi Sambi Sari di Jawa Tengah bagian selatan.

Kondisi Alam Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno dikelilingi pegunungan yang di tengahnya mengalir sungai-sungai besar, seperti Sungai Bogowonto, Progo, Elo, dan Bengawan Solo. Di balik keelokan alam itu, ada gunung berapi yang sering meletus.

Erupsi gunung berapi itu menyebabkan Kerajaan Mataram Kuno pindah ke daerah Jawa Timur. Selain itu, Mpu Sendok memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur karena serangan Kerajaan Sriwijaya yang diperintah Balaputradewa.

Dinasti Kerajaan Mataram Kuno

Dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu karya Y Sri Pujiastuti dkk disebutkan, Kerajaan Mataram Kuno awalnya diperintah oleh Raja Sanna. Raja Sanna lalu digantikan keponakannya, Raja Sanjaya, yang memerintah dengan bijaksana.

Setelah Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh Panangkaran dengan gelar Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran.

Setelah Panangkaran meninggal, Kerajaan Mataram Kuno terpecah menjadi dua, yaitu yang bercorak Hindu dan Budhha. Kerajaan Mataram Kuno bercorak Hindu meliputi Jawa Tengah bagian utara di bawah pemerintahan Dinasti Sanjaya. Raja-rajanya ialah Panunggalan, Warak, Garung, dan Pikatan.

Sedangkan Kerajaan Mataram yang bercorak Buddha meliputi Jawa Tengah bagian selatan di bawah pemerintahan Dinasti Syailendra. Rajanya antara lain Indra.

Kerajaan Mataram Kuno akhirnya dipersatukan kembali oleh perkawinan politik antara Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya dengan Pramodhawardani dari Dinasti Syailendra.

Masa Jaya Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno mencapai masa kejayaannya pada masa kepemimpinan Raja Balitung. Raja ini banyak membangun candi dan prasasti, di antaranya ialah kompleks Candi Prambanan, Daksa, Tulodang, dan Wawa. Itulah candi-candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

Kerajaan Mataram Kuno juga meninggalkan sejumlah prasasti, yaitu prasasti Canggal (732 M), prasasti Kalasan (776 M), prasasti Kelurak (782 M), prasasti Karangtengah (824 M), prasasti Balitung atau Kedu (907 M), dan prasasti Sojomerto Batang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.